Oct 13, 2011

Revitalisasi Fasilitas Umum: Sebuah Keharusan!

"Mulai tahun depan pemerintah membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan pribadi di Pulau Jawa dan Bali." (Koran Tempo edisi 3673)
Apa yang muncul pertama kali di benak kalian selesai membaca kalimat ini? Mungkin bagi sebagian besar orang yang tidak bergantung pada kendaraan pribadi akan masa bodo dengan kalimat tersebut. Atau mungkin bagi pemerintah, pengurangan subsidi BBM akan dapat menghemat RAPBN sebesar Rp 4,9 triliun. Angka yang fantastis, bukan? Tapi bagi orang yang sangat bergantung dengan kendaraan pribadi kemana pun ia pergi akan merasa keberatan dengan kalimat ini. 
Mereka menentang keras kebijakan pemerintah ini, bukan karena tidak setuju dengan penghematan anggaran, tapi karena mereka mau tidak mau harus memilih, beralih ke kendaraan umum atau tetap menggunakan kendaraan pribadi dengan resiko dompet jebol. Sebuah pilihan yang sulit memang. Bila memilih pilihan kedua berarti harus merelakan uang untuk liburan dialihkan ke transportasi. Tapi bila memilih pilihan pertama, ya berarti harus rela kehilangan kenyamanan. 
Kendaraan umum di Indonesia masih belum mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, mulai dari kereta yang tidak sesuai jadwal sampai metromini ugal-ugalan yang tidak layak jalan lagi. Pemerintah seharusnya memperbaiki fasilitas umum ini terlebih dahulu, baru bisa menjalan kebijakan pelarangan penggunaan bbm subsidi tersebut. Saya sangat yakin bila pemerintah merevitalisasi kendaraan-kendaraan umum, maka masyarakat dengan sendirinya akan menggunakan transportasi massal tersebut. Kota Seoul contohnya, dulu sering terjadi kemacetan di kota itu. Tapi pemerintahnya serius membenahi transportasi umum sehingga banyak orang meninggalkan kendaraan pribadinya, lalu beralih ke kendaraan umum. Kemacetan pun akhirnya teratasi. Sebuah prestasi bukan?
Ayolah pemerintah, jangan mudah terpedaya pengusaha-pengusaha kendaraan dan jalan. Tengoklah ke bawah. Sudah waktunya rakyat Indonesia merasakan kenyamanan serta keamanan di kendaraan umum. Selain dapat menghemat anggaran dan mengurangi kemacetan, hal tersebut juga dapat mengurangi emisi gas buang CO2. Indonesia hijau, kenapa tidak?

No comments:

Post a Comment